The Medium and The Choice
Menjadi ibu adalah spektrum yang luas. Bagi sebagian perempuan, menjadi ibu bukan hanya sekadar fungsi biologis yang selesai setelah persalinan. Ia adalah kontrak kerelaan seumur hidup untuk menjadikan tubuh dan jiwa kita sebagai medium, sebuah jembatan bagi nyawa lain untuk menyeberang ke dunia. Namun, ada jenis ibu lain yang perannya tidak lahir dari rahim, melainkan dari sebuah pilihan sadar yang tak kalah hebatnya. Tidak butuh kesamaan kromosom untuk bisa berserah sepenuhnya pada peran ini; cinta yang lahir dari pilihan, bukan sekadar warisan biologis. Di sana, peran "medium" tidak terjadi di ruang persalinan, melainkan di ruang-ruang harian. Pada setiap suapan makanan, pada setiap pelukan saat ia ketakutan, dan pada setiap doa yang dipanjatkan tanpa henti. Mereka adalah ibu yang rahimnya mungkin tidak pernah meregang, namun hatinya mampu menampung seluruh beban dunia demi anak yang tidak berbagi setetes pun DNA dengannya. Pada akhirnya, esensinya tetap sama: tak semua...








